1. New York University (NYU)
2. University of Oxford
3. University of Pittsburgh
4. Rutgers, The State University of New Jersey, New Brunswick
5. University of Cambridge
6. Harvard University
7. Princeton University
8. University of California, Berkeley (UCB)
9. Stanford University
10. MIT
Friday, October 3, 2014
Peringkat Universitas di Indonesia 2014 versi QS World University Rankings
Universitas Indonesia: 71 (2014) turun dari 64 (2013)
Institut Teknologi Bandung: 125 (2014) naik dari 129 (2013)
Universitas Airlangga: 127 (2014) naik dari 145 (2013)
Universitas Gadjah Mada: 145 (2014) turun dari 133
Institut Pertanian Bogor: 201-250 (rangking tetap dibanding 2013)
Universitas Diponegoro: 201-250 (rangking tetap dibanding 2013)
Universitas Padjajaran: 201-250 (rangking tetap dibanding 2013)
Universitas Udayana: 251-300 (rangking tetap dibanding 2013)
Universitas Brawijaya: 251-300 (rangking tetap dibanding 2013)
Institut Teknologi Bandung: 125 (2014) naik dari 129 (2013)
Universitas Airlangga: 127 (2014) naik dari 145 (2013)
Universitas Gadjah Mada: 145 (2014) turun dari 133
Institut Pertanian Bogor: 201-250 (rangking tetap dibanding 2013)
Universitas Diponegoro: 201-250 (rangking tetap dibanding 2013)
Universitas Padjajaran: 201-250 (rangking tetap dibanding 2013)
Universitas Udayana: 251-300 (rangking tetap dibanding 2013)
Universitas Brawijaya: 251-300 (rangking tetap dibanding 2013)
Buku Rangkuman SBMPTN Ekonomi
Nih buat Mas, Mbak dan Adik-adik yang mau persiapan SBMPTN dan masih bingung mau belajar apa aja "Buku Rangkuman Materi SBMPTN" dirangkum sendiri oleh ane buat SBMPTN tahun lalu.
ps: mapel ekonomi, yang lain menyusul
download link
ps: mapel ekonomi, yang lain menyusul
download link
Pengertian Kebudayaan
1. Menurut
Koentjaraningrat (1996) kebudayaan adalah seluruh sistem gagasan, rasa tindakan
serta karya yang dihsilkan manusia dalam kegiatan bermasyarakat, yang dijadikan
miliknya dengan belajar.
2. Menurut
Sugirtharajah (2007) kebudayaan adalah apa yang rakyat kiprahkan, katakan,
dendangkan, lukiskan dan tulis, untuk mengungkapkan kemanusian mereka, untuk
melepaskan perasaan-perasaan mereka yang tersembunyi di dalam hati mereka yang
terdalam, untuk meringankan rasa sakit yang mereka pikul, di dalam jiwa-jiwa
mereka, untuk mencari makna penderitaan-penderitaan yang dihujamkan pada
tubuh-tubuh mereka.
3. Menurut Taylor dalam
Syahrur (1994) kebudayaan adalah kombinasi universal (al-murakkab al kulli) yang mencakup segala aspek pengetahuan,
disiplin ilmu, sastra, etika, moralitas, ketetapan, ukuran-ukuran, dan adat
istiadat yang dihasilkan oleh manusia sebagai anggota masyarakat.
4. Menurut Raid dalam
Syahrur (1994) kebudayaan adalah pertumbuhan akumulatif dalam bidang keyakinan,
adat istiadat, dankepercayaan masyarakat tertentu yang hidup pada pola
interaksi kontinu antar individu dan lainnya.
5. Menurut Malinowski dalam Syahrur (1994) kebudayaan adalah ragam perilaku yang
mengantarkan manusia pada posisi (konteks yang lebih baik) dengan jalan
menyingkap problematika kecendrungan tertentu, dan mengantarkan manusia pada
kebutuhan-kebutuhan dasar masyarakat baik lingkungan maupun format kehidupan
yang ada di sekelilingnya.
DAFTAR
PUSTAKA
Koentjaraningrat. 1996. Pengantar Ilmu Antropologi Jilid I. Jakarta: Rineka Cipta
Sugitharajah, R.S. 2007. Wajah Yesus di Asia. Jakarta: PT Ikrar Mandiriabadi
Syahrur,
Muhammad. 1994. Tirani Islam: Genealogi Masyarakat dan Negara.
Yogyakarta: LKiS
Pengetahuan, Ilmu, dan Filsafat
A.
Pengertian Pengetahuan
Menurut Gazalba dalam Salam (2012) pengetahuan ialah apa
yang diketahui atau hasil pekerjaan tahu. Pekerjaan tahu tersebut adalah hasil
daripada: kenal, sadar, insaf, mengerti dan pandai.
B.
Pengertian Ilmu
Menurut Endraswara
(2012) ilmu dapat didefinisikan sebagai rangkaian aktivitas manusia yang
rasional dan kognitif dengan berbagai metode berupa aneka prosedur dan tata
langkah sehingga menghasilkan kumpulan pengetahuan yang sistematis mengenai
gejala-gejala kealaman, kemsyarakatan atau individu untuk mencapai kebenaran,
memperoleh pemahaman, memberikan penjelasan ataupun melakukan penerapan.
C.
Pengertian Filsafat
Menurut Latif (2014)
filsafat adalah telaah kefilsafatan yang mengandalkan penalaran atau logika
dengan mengedepankan berpikir secara radic dan spekulatif.
DAFTAR
PUSTAKA
Endaswara,
Suwardi. 2012. Filsafat Ilmu: Konsep,
Sejarah dan Pengembangan Metode Ilmiah. CAPS: Yogyakarta
Latif,
Mukhtar. 2014. Orientasi ke Arah
Pemahaman Filsafat Ilmu. Kencana Prenada Media Group: Jakarta
Salam,
Burhanudin. 2012. Pengantar Filsafat. Bumi
Aksara: Jakarta
Sunday, August 31, 2014
Makalah Filsafat Barat Pra-Modern
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kata filsafat
berasal dari kata Yunani filosofia, yang diturunkan dari kata kerja filosofein,
yang mencintai kebijaksanaan.
Namun, filsafat
dapat diartikan berbeda menurut cara pandang para filsuf yang berbeda-beda
pula. Ada beberapa definisi filsafat yang dikemukakan oleh para filsuf maupun
para ahli di bidang filsafat.
Menurut
Hadiwijono (1980) filsafat adalah usaha manusia dengan akalnya untuk memperoleh
suatu pandangan dunia dan hidup yang memuaskan hati.
Filsafat dapat
dikelompokkan dari berbagai macam sumber. Salah satu dari jenis filsafat
tersebut adalah filsafat Barat.
Filsafat Barat
juga dapat diklasifikasikan lagi menjadi beberapa bagian yakni filsafat Pra-Socrates,
Filsafat Yunani Era Socrates, Filsafat Abad Pertengahan, Filsafat Modern dan
Filsafat Kontemporer.
Dalam makalah
ini akan membahas mengenai filsafat Pra-Modern mulai dari filsafat Pra-Sokrates
hingga filsafat Abad Pertengahan.
1.2 Tujuan
a.
Mendefinisikan pengertian filsafat
Pra-Modern
b.
Menjelaskan periodisasi filsafat
Pra-Modern
c.
Menjelaskan corak dari tiap periode
filsafat Pra-Modern
BAB II
GAMBARAN UMUM FILSAFAT BARAT PRA-MODERN
2.1 PENGERTIAN
FILSAFAT BARAT PRA-MODERN
Kata
filsafat berasal dari kata Yunani filosofia, yang diturunkan dari kata kerja
filosofein, yang berarti mencintai kebijaksanaan. Akan tetapi arti kata ini
belum menampakkan hakekat filsafat sebenarnya. Sebab ‘’mencintai’’ masih dapat
dilakukan secara pasip saja.Padahal dalam pengertian filosofein terkandung
gagasan, bahwa orang mencintai kebijaksanaan tadi, yaitu seorang filsuf, dengan
aktif memperoleh kebijaksanaan. Oleh karna itu kata filsuf lebih mengandung
arti ‘’himbauan kepada kebijaksanaan’’.Seorang filsuf adalah orang yang sedang
mencari kebijaksanaan.
Pengertian
orang bijak di Timur tidak terkandung dalam pengertian filsuf di Barat, atau
ditengah-tengah orang Yunani. Disitu pada umumnya orang bijak atau filsuf
adalah orang yang sedang mendapatkan kebijaksanaan atau kebenaran. Padahal
kebenaran itu tidak mungkin ditemukan oleh satu orang, sekali pun tentu ada di
antara para filsuf yang mengira telah menemukan kebijaksanaan itu. Akan tetapi
sejarah filsafat justru menunjukkan bahwa setelah timbulnya seorang filsuf akan
timbul kemudian filsuf lain, yang mengoreksi penemuan pertama.
Meskipun
terdapat banyak perbedaan pendapat di antara para pemikir yang satu dengan yang
lain, namun filsafat Barat merupakan suatu kesatuan. Filsafat ini timbul di
kalangan orang-orang Yunani berdasarkan rasa heran atas hal-hal yang mereka
amati, demikianlah yang dikatakan oleh Plato dan Aristoteles. Filsafat ini
merupakan upaya memahami. Para filsuf yang paling tua merupakan orang-orang
pertama yang tidak lagi merasa puas dengan penjelasan berdasar mitos-mitos
melainkan menghendaki penjelasan yang masuk akal. (Delfgaauw, 1992)
2.2 PERIODISASI
FILSAFAT BARAT PRA MODERN
1. Filsafat
pra-sokrates ( abad ke-6 SM )
Pada zaman ini , bangsa Yunani
merupakan bangsa yang pertama kali berusaha menggunakan akal untuk berpikir
karena mereka tidak puas dengan keterangan dongeng-dongeng atau mitos-mitos
yang tidak dapat di buktikan dengan keimanan dan kepercayaan . Alam (fusis) yang merupakan seluruh kenyataan
hidup dan kenyataan badaniah menjadi objek perhatian para filsuf di zaman ini
untuk mencari hal yang mutlak dan hakiki
a.
THALES ( ±625-545 SM )
b.
ANAXIMANDROS ( ±610-547 SM )
c.
ANAXIMENES ( ±538-480 SM )
d.
PYTHAGORAS ( ±580-500 SM )
e.
XENOPHANES ( ±570-480 SM )
f.
HERAKLEITOS ( ±540-475 SM )
g.
PARMENIDES ( ±540-475 SM )
h.
ZENO ( ±490-430 SM )
i.
MELISSOS ( ±441 SM )
j.
EMPEDOKLES ( ±492-432
SM )
k.
ANAXAGORAS ( ±499-420
SM )
l.
DEMOKRITOS ( ±460-370
SM )
(Rahman, 2013)
2. FILSAFAT
SOKRATES, PLATO DAN ARISTOTELES
Kajian tokoh pada masa
ini tidak lagi fokus pada kajian alam melainkan fokus pada kenyataan pada
manusia itu sendiri yang penuh dengan keunikan
a. PROTAGORAS
( ±480 – 411 SM )
b. SOKRATES
( ±469 – 399 SM )
c. PLATO
( ± 427 – 347 SM )
d. ARISTOTELES ( ±384 – 322 SM )
(Rahman,2013)
3. FILSAFAT
HELENISME DAN ROMAWI
Helenisme adalah roh dan kebudayaan Yunani . pada zaman
ini pemikiran filsafat yang teoritis berubah menjadi pemikiran yang praktis ,
ada aliran yang bersifat etis yang menekankan pada persoalan tentang hidup yang
praktis
a. EPIKUROS
( ±341 – 271 SM )
b. ZENO
( ±336 – 264 SM )
c. PYRRHO
( ±360 – 270 SM )
d. PLOTINUS
( ±204 SM )
Plotinus
mempunyai pengikut di antaranya ialah
-
PLUTARKHOS ( ±117 M )
-
NOUMENIOS ( ±akhir abad
ke-2 M )
(Hadiwijono,1980)
4. FILSAFAT
PATRISTIK
Pada zaman ini , agama
kristen muncul dan menyebabkan filsafat Barat menduduki tempat yang baru.
Keduanya hidup berkonfrontasi.
a. PATRISTIK
TIMUR
-
IRENAEUS ( ±202 )
-
KLEMENS ( ±150 – 215 )
-
ORIGENES ( ±185 – 254 )
-
GREGORIUS NAZIANZE (
±390 )
-
GREGORIUS DARI NYSSA (
±395 )
b. PATRISTIK
BARAT
-
TERTULLIANUS ( ±160 –
222 )
-
AURELIUS AUGUSTINUS (
±354 – 430 )
-
BOETHIUS ( ±480 – 525 )
(Hadiwijono,1980)
2.3 CORAK SETIAP
PERIODE FILSAFAT BARAT PRA -MODERN
a. Pra
Socrates (Filsafat Yunani Kuno)
Para filsuf alam kuno
mmpermasalahkan alam, bukan manusia yang dipertanyakan. Tetapi dalam hal ini
kita pun harus mengingat bahwa, bagi orang-orang Yunani yang dimaksudkan dengan
“alam” (phusis) pertama-tama ialah kenyataan hayati, dan baru yang kedua kenyataan
jasmani. Mereka mendasarkan diri sepenuhnya pada hal-hal yang dapat ditangkap
secara lahiriah. Meskipun mereka banyak juga berbicara mengenai gejala
alam-alam tertentu, namun ketekunan untuk berfilsafat dalam arti kata yang
sebenarnya terbukti dari usaha mereka untuk menemukan azas-pemula (arche), yang
mendasari segala sesuatu. Hendaknya usaha ini tidak kita pandang sebagai
materialise terselubung. Pada waktu itu belum ada pemilahan antara jasmani
dengan rohani, meskipun penyelidikan-penyelidikan ini memang telah merintis
pemilahan tersebut. Yang pokok bagi para pemikir ini ialah untuk mennemukan
azas-pemula (arche) yang mendasari segala sesuatu, dengan kata lain untuk
menemukan yang mutlak. Merekalah orang-orang pertama yang berusaha mendapatkan
yang hakiki serta dasar yang terdapat dibalik gejala-gejala tersebut.
b. Socrates,
Plato, Aristoteles
Puncak zaman Yunani dicapai pada
pemikiran filsafati Socrates (470-399 SM), Plato (428-348 SM), dan Aristoteles
(384-322 SM). Pada zaman ini, pertanyaan tentang kehidupan mulai berkembang.
Mereka tidak lagi hanya melihat keluar, akan tetapi juga mulai melihat ke
dalam. Persoalan tentang manusia mulai dipertanyakan. Misalnya, apa hakikat
manusia? Dari mana manusia berasal?
c. Hellenisme
dan Romawi
Merupakan periode filsafat yang
berawal pada masa sesudah Aristoteles sampai dengan kira-kira abad pertama
Masehi serta dikuasai oleh corak kebudayaan Yunani. Pada periode ini muncul
aliran-aliran filsafat yang bercorak etik dan religius.
d. Filsafat
Abad Pertengahan
Abad pertengahan ditandai dengan
besarnya dominasi doktrin gereja dalam filsafat. Filsafat yang dikembangkan
Yunani dianggap sebagai kecerdikan manusiawi.
Artinya, setiap pemikiran filsafat harus mampu mendukung doktrin gereja
dan tidak boleh bertentangan dengan doktrin gereja (Delfgaauw,1992).
BAB
III
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
Filsafat Pra-Modern secara garis besar terdiri dari beberapa peiode
mulai dari era Pra-Sokates, era Sokrates, Plato, Aristoteles, era Helenisme dan
Romawi hingga Filsafat Abad Pertengahan.
Tiap Periode
memiliki corak tersendiri yang berbeda antar tiap periode. Ketika Pra-Sokrates
lebih berorientasi ke alam. Ketika era Sokrates, Plato, dan Aristoteles mulai
mempertanyakan tentang manusia. Ketika era Helenisme dan Romawi bercorak etik
dan religius, Sedangkan filsafat abad pertengahan terpengaruh oleh doktrin
gereja.
Meskipun terdapat banyak perbedaan pendapat di antara para pemikir yang
satu dengan yang lain, namun filsafat Barat merupakan suatu kesatuan. Filsafat
ini timbul di kalangan orang-orang Yunani berdasarkan rasa heran atas hal-hal
yang mereka amati, demikianlah yang dikatakan oleh Plato dan Aristoteles.
Filsafat ini merupakan upaya memahami.
3.2
Saran
2. Filsafat barat
Pra-Modern meski memiliki banyak perbedaan dapat dipahami menjadi satu
kesatuan.
DAFTAR PUSTAKA
Delfgaauw, Bernard.1992. Sejarah Ringkas Filsafat Barat.PT. Tiara
Wacana: Yogyakarta
Hadiwijono, Harun.1980. Sari Sejarah Filsafat Barat I.Penerbit
Kanisius: Yogyakarta
Latif.
Mukhtar. 2014. Orientasi Ke Arah
Pemahaman Filsafat Ilmu. Kencana Prenamedia Group: Jakarta
Subscribe to:
Posts (Atom)


